Friday, October 2, 2026

Berikut adalah beberapa merek motor listrik terpopuler buatan Indonesia beserta keunggulan utamanya

 


Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia tumbuh sangat pesat. Produsen otomotif lokal kini mampu menghadirkan motor listrik berteknologi tinggi yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan dan karakter jalanan tanah air.

Berikut adalah beberapa merek motor listrik terpopuler buatan Indonesia beserta keunggulan utamanya:

1. Polytron (PT Hartono Istana Teknologi)

Dikenal luas lewat produk elektronik rumah tangga, Polytron sukses merambah ke industri otomotif listrik melalui lini produk seperti Fox-R, Fox-S, dan Fox-500.

  • Negara/Pabrikan: Indonesia (PT Hartono Istana Teknologi — Kudus, Jawa Tengah).

  • Kelebihan:

    • Sistem Sewa Baterai (Battery Lease): Konsumen tidak perlu khawatir akan penurunan kualitas baterai seiring waktu, karena dapat ditukar atau diservis secara berkala oleh pabrikan dengan biaya bulanan terjangkau.

    • Jaringan Layanan Purna Jual Luas: Memanfaatkan jaringan servis resmi Polytron yang sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

    • Desain Ergonomis: Mengusung model skuter maksi (maxi scooter) yang nyaman digunakan untuk jarak jauh.

2. Gesits (PT WIKA Industri Manufaktur / WIMA)

Gesits merupakan salah satu pionir motor listrik buatan anak bangsa hasil kolaborasi antara riset perguruan tinggi (ITS) dan BUMN. Model utamanya meliputi Gesits G1 dan Gesits Raya.

  • Negara/Pabrikan: Indonesia (PT WIKA Industri Manufaktur — Cileungsi, Bogor).

  • Kelebihan:

    • Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Tinggi: Menggunakan porsi komponen lokal yang signifikan.

    • Desain Sporty & Tangguh: Garis bodi tegas dan posisi berkendara yang mirip dengan motor matik bensin konvensional.

    • Sistem Baterai Ganda (Dual Battery): Slot baterai dapat diisi hingga 2 unit sekaligus untuk meningkatkan jarak tempuh secara signifikan.

3. ALVA (PT Ilectra Motor Group / IMG)

ALVA memposisikan dirinya sebagai motor listrik kelas premium dengan fokus pada performa tinggi dan integrasi konektivitas pintar. Lini populernya meliputi ALVA One, ALVA Cervo, dan ALVA N3.

  • Negara/Pabrikan: Indonesia (PT Ilectra Motor Group — Cikarang, Jawa Barat).

  • Kelebihan:

    • Integrasi Aplikasi Pintar (IoT): Menghubungkan smartphone penggunanya untuk melacak posisi kendaraan, memantau kondisi baterai, hingga fitur anti-theft alarm.

    • Performa Tinggi: Seri Cervo dibekali mode boost yang menghasilkan akselerasi dan top speed mengesankan untuk motor listrik harian.

    • Layanan Darurat (Roadside Assistance): Menawarkan bantuan darurat di jalan jika terjadi kendala pada unit.

4. United E-Motor (PT Terang Dunia Internusa)

Berawal dari produsen sepeda lokal (United Bike), perusahaan ini merambah ke pasar motor listrik dengan menghadirkan seri seperti United T1800, TX-1800, TX-3000, hingga MX-1200.

  • Negara/Pabrikan: Indonesia (PT Terang Dunia Internusa — Gunung Putri, Bogor).

  • Kelebihan:

    • Variasi Produk Sangat Lengkap: Mulai dari kelas entry-level yang ramah kantong hingga varian dual-battery untuk kebutuhan touring.

    • Fitur Suara Mesin Buatan (Racer Sound): Pada beberapa tipe seperti T1800, terdapat mode suara imitasi untuk keselamatan pejalan kaki.

    • Kapasitas Bagasi Luas: Desain bodi dirancang dengan fungsionalitas tinggi untuk membawa barang bawaan.

5. Volta (PT Volta Indonesia Semesta)

Volta berfokus pada efisiensi serta kemudahan operasional harian masyarakat dan pengemudi ojek online, salah satunya lewat seri Volta 401 dan Volta Mandala.

  • Negara/Pabrikan: Indonesia (Anak perusahaan PT NFC Indonesia Tbk / MCAS Group — Semarang, Jawa Tengah).

  • Kelebihan:

    • Sistem Penukaran Baterai (SGB): Mengusung jaringan Sistem Ganti Baterai di berbagai titik strategis (seperti minimarket), memungkinkan pengisian daya dalam waktu singkat tanpa menunggu charge manual.

    • Harga Terjangkau: Memiliki banderol harga yang bersaing di kelasnya.

Ringkasan Perbandingan Produsen Lokal

MerekLokasi PabrikKeunggulan UtamaTarget Pengguna
PolytronKudus, Jawa TengahSkema sewa baterai, jaringan servis luasPengguna harian perkotaan
GesitsBogor, Jawa BaratRangka kokoh, riset lokal, TKDN tinggiKomuter tangguh & komersial
ALVACikarang, Jawa BaratFitur pintar IoT, performa & gaya premiumModis & menyukai teknologi
UnitedBogor, Jawa BaratPilihan varian beragam, fitur inovatifBeragam kalangan / hobi
VoltaSemarang, Jawa TengahEkosistem swap battery terintegrasiPengemudi logistik & Ojol

Kehadiran pabrikan lokal ini membuktikan bahwa industri motor listrik di Indonesia tidak hanya berperan sebagai konsumen, melainkan juga produsen yang mampu menciptakan kendaraan ramah lingkungan, hemat, dan sesuai dengan infrastruktur jalanan tanah air.

Kelima merek motor listrik yang dijelaskan di atas (Polytron, Gesits, ALVA, United E-Motor, dan Volta) adalah merek asli milik perusahaan Indonesia, bukan lisensi dari merek luar negeri.

Berikut penjelasan status kepemilikan dan tempat produksinya:

  • Polytron: Merek Indonesia asli di bawah kepemilikan PT Hartono Istana Teknologi (bagian dari Djarum Group) dengan pabrik dan perakitan di Kudus, Jawa Tengah.

  • Gesits: Merek lokal Indonesia yang diproduksi oleh PT WIKA Industri Manufaktur (WIMA) (BUMN) dan awalnya dikembangkan bersama civitas akademika ITS Surabaya.

  • ALVA: Merek lokal premium di bawah naungan PT Ilectra Motor Group (IMG) (anak perusahaan PT Indika Energy Tbk) dengan pabrik perakitan di Cikarang, Jawa Barat.

  • United E-Motor: Merek lokal yang dimiliki oleh PT Terang Dunia Internusa Tbk (produsen sepeda United Bike) dengan fasilitas produksi di Gunung Putri, Bogor.

  • Volta: Merek lokal di bawah PT Volta Indonesia Semesta (anak perusahaan grup teknologi lokal PT NFC Indonesia Tbk / MCAS Group) dengan pabrik perakitan di Semarang, Jawa Tengah.

Catatan Mengenai Komponen & Model Bisnis Motor Listrik

Meskipun merek dan hak paten perusahaan sepenuhnya berasal dari Indonesia, industri kendaraan listrik di Indonesia umumnya menggunakan skema berikut:

  1. Pengembangan & Desain: Ada yang murni didesain dan dikembangkan sendiri oleh teknisi Indonesia (seperti Gesits dan ALVA), ada pula yang bekerja sama dengan manufaktur desain global/OEM.

  2. Kandungan Lokal (TKDN): Merek-merek ini terus meningkatkan persentase Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN), di mana rangka, bodi, perakitan kabel, hingga pemograman modul/software dilakukan di dalam negeri.

  3. Pemasok Sel Baterai: Sebagian besar sel baterai lithium (chemistry) masih diimpor dari pemasok global (seperti China atau Korea Selatan) sebelum dirakit menjadi paket baterai siap pakai (pack assembly) di pabrik lokal Indonesia.

Sebaliknya, merek seperti Yadea, Niu, atau Yuba adalah contoh merek yang berasal dari negara lain (seperti China) yang masuk ke pasar Indonesia melalui skema impor atau agen pemegang merek (APM).

Baca juga Tips praktis untuk merawat baterai agar awet dan menghemat biaya operasional sehari-hari

Tips praktis untuk merawat baterai agar awet dan menghemat biaya operasional sehari-hari

 


Memelihara baterai motor listrik dengan baik adalah kunci utama untuk menghemat pengeluaran, mengingat baterai merupakan komponen paling mahal pada motor listrik (bisa mencapai 30%–50% dari harga kendaraan).

Berikut adalah tips praktis untuk merawat baterai agar awet dan menghemat biaya operasional sehari-hari:

1. Tips Pengisian Daya (Charging) yang Benar

  • Terapkan Aturan 20% – 80%: Hindari menggunakan motor hingga baterai benar-benar habis (0%) dan usahakan tidak selalu mengisi hingga 100% jika tidak diperlukan perjalanan jauh. Menjaga daya di rentang 20%–80% meminimalkan stres kimiawi pada sel baterai.

  • Beri Waktu Pendinginan (Cooling Down): Jangan langsung mencolokkan pengisi daya tepat setelah motor selesai digunakan. Tunggu sekitar 15–30 menit agar suhu baterai turun terlebih dahulu. Begitu pula sebaliknya, beri jeda sebelum menjalankan motor setelah selesai charging.

  • Gunakan Charger Original: Selalu gunakan charger bawaan pabrik atau yang direkomendasikan secara resmi. Charger pihak ketiga yang murah sering kali memiliki output arus/tegangan yang tidak stabil dan dapat merusak Battery Management System (BMS).

  • Cabut Setelah Penuh: Jika tidak menggunakan fitur pemutus otomatis (auto cut-off), hindari membiarkan baterai terus dicolokkan semalaman (overcharging).

2. Gaya Berkendara Efisien (Menghemat Listrik)

  • Akselerasi Bertahap: Hindari langsung menarik gas secara mendadak dari posisi berhenti. Akselerasi yang halus mengurangi lonjakan arus tinggi (peak current) dari baterai.

  • Manfaatkan Regenerative Braking: Jika motor dilengkapi fitur ini, manfaatkan deselerasi secara halus saat mendekati lampu merah atau jalan menurun untuk mengembalikan sebagian energi kinetik ke baterai.

  • Jaga Kecepatan Konstan: Berkendara pada kecepatan sedang (40–50 km/jam) jauh lebih efisien dibandingkan sering melaju pada kecepatan maksimum (top speed).

  • Periksa Tekanan Angin Ban: Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir (rolling resistance), membuat motor bekerja lebih keras dan menyedot daya baterai lebih cepat.

3. Penanganan dan Penyimpanan Baterai

  • Hindari Suhu Ekstrem: Parkirkan motor di tempat yang teduh. Suhu panas yang berlebihan mempercepat degradasi sel baterai lithium-ion.

  • Aturan Penyimpanan Jangka Panjang: Jika motor tidak akan digunakan dalam waktu lama (misalnya mudik atau liburan), simpan baterai pada kapasitas sekitar 50%–60%. Jangan menyimpan dalam kondisi penuh 100% atau kosong 0%.

  • Nyalakan Sesekali: Jika disimpan lama, isi daya baterai setidaknya sebulan sekali agar BMS dan sel baterai tidak mati total (deep discharge).

Estimasikan Penghematan Biaya Baterai

Tindakan PerawatanRisiko Tanpa PerawatanPotensi Penghematan / Manfaat
Menjaga Pola ChargingBaterai cepat drop dalam 1–2 tahunMemperpanjang umur baterai hingga 3–5 tahun (Menunda biaya ganti baterai Rp5–15 juta)
Gaya Berkendara HalusKonsumsi listrik borosMenghemat pengisian daya hingga 15%–20% per bulan
Tekanan Ban & Beban IdealBaterai cepat habis / kerja ekstraMencegah degradasi sel akibat overheating arus tinggi

Dengan menerapkan kebiasaan berkendara dan pengisian daya yang tepat, kesehatan baterai (State of Health) dapat terjaga dalam jangka panjang sehingga biaya operasional motor listrik tetap jauh lebih murah dibandingkan motor BBM.

Baca juga Kerusakan yang sering terjadi pada motor listrik Awas Hindari ini

Thursday, October 1, 2026

Kerusakan yang sering terjadi pada motor listrik Awas Hindari ini

 


Motor listrik kini makin populer sebagai alternatif kendaraan yang ramah lingkungan dan hemat biaya operasional. Meski memiliki komponen bergerak yang lebih sedikit dibandingkan motor bermesin pembakaran internal (BBM), motor listrik tetap dapat mengalami gangguan atau kerusakan pada komponen utamanya.

Berikut adalah beberapa jenis kerusakan yang paling sering terjadi pada motor listrik, penyebabnya, serta langkah pencegahannya.

1. Performa Baterai Menurun (Baterai Drop/Soak)

Baterai merupakan komponen paling krusial sekaligus termahal pada motor listrik.

  • Gejala: Jangkauan jarak tempuh berkurang drastis, indikator persentase baterai turun dengan sangat cepat saat digunakan, atau baterai gagal mengisi daya secara penuh.

  • Penyebab: Penurunan kapasitas alami seiring siklus pengisian, kebiasaan sering mengosongkan baterai hingga 0%, pengisian daya saat baterai masih panas setelah digunakan, atau paparan suhu ekstrem.

  • Pencegahan: Hindari membiarkan baterai benar-benar habis. Isi daya idealnya saat sisa 20%–30%, dan tunggu 15–30 menit setelah motor berhenti sebelum dicolok ke pengisi daya.

2. Masalah pada Controller (Modul Pengendali)

Controller berfungsi sebagai "otak" yang mengatur aliran listrik dari baterai ke dinamo motor.

  • Gejala: Motor mendadak mati total, akselerasi tersendat-sendat (stuttering), atau tuas gas ditekan tetapi roda tidak berputar sama sekali.

  • Penyebab: Panas berlebih (overheating), lonjakan arus listrik, atau rembesan air yang menyebabkan korsleting pada sirkuit internal.

  • Pencegahan: Hindari memaksakan motor bekerja terlalu berat secara terus-menerus (misalnya menanjak terjal dengan beban berlebih) dan pastikan modul controller terlindung dari paparan air langsung.

3. Kerusakan pada Dinamo / Motor Penggerak (BLDC)

Motor listrik umumnya menggunakan teknologi Brushless DC (BLDC), baik tipe hub drive (terpasang di velg) maupun mid drive (di tengah rangka).

  • Gejala: Muncul suara kasar atau berdecit dari roda, perputaran roda terasa berat/terpatah-patah saat didorong manual, atau motor terasa sangat panas.

  • Penyebab: Bantalan (bearing) yang aus, kumparan/stator terbakar akibat beban berlebih, atau masuknya air dan debu yang menyebabkan korosi pada komponen internal dinamo hub drive.

  • Pencegahan: Hindari menerobos genangan air yang tingginya melebihi batas aman (biasnya pertengahan roda) dan jangan melebihi kapasitas beban maksimal motor.

4. Kerusakan pada Tuas Gas (Throttle Sensor)

Sistem gas pada motor listrik menggunakan sensor elektronik (Hall effect), bukan kabel mekanis.

  • Gejala: Motor tidak merespons saat gas ditarik, atau motor tiba-tiba melaju sendiri tanpa ditarik gasnya.

  • Penyebab: Kabel sensor putus atau terkelupas, sensor throttle aus, atau masuknya air ke dalam rumah sakelar tuas gas.

  • Pencegahan: Jaga area stang agar tetap kering saat mencuci motor, dan hindari menyemprot bagian tuas gas dengan air bertekanan tinggi.

5. Gangguan Sistem Pengereman dan Fitur Cut-off

Motor listrik dilengkapi dengan fitur keselamatan brake cut-off switch, yang secara otomatis memutus aliran listrik ke dinamo saat tuas rem ditekan.

  • Gejala: Motor tidak mau berjalan sama sekali meskipun baterai penuh dan controller normal.

  • Penyebab: Sakelar cut-off pada tuas rem macet dalam posisi tersambung (biasanya akibat kotoran, debu, atau karat), sehingga controller menganggap rem sedang ditekan terus-menerus.

  • Pencegahan: Rutin membersihkan area engsel tuas rem dan melumasinya agar sakelar sensor tidak tersumbat kotoran.

Ringkasan Perawatan Rutin

KomponenPotensi MasalahSolusi & Perawatan Utama
BateraiKapasitas turun (drop)Jangan biarkan hingga 0%, hindari cas saat panas
ControllerKorsleting / overheatHindari muatan berlebih & genangan air tinggi
Dinamo (BLDC)Bearing aus / terbakarHindari banjir & beban melampaui batas
Tuas GasSensor tidak meresponsJaga tetap kering saat mencuci motor
Sakelar RemCut-off tersumbatBersihkan & lumasi area engsel rem

Sebagian besar kerusakan pada motor listrik disebabkan oleh masalah kelistrikan dan paparan air pada komponen sensitif. Dengan memahami titik-titik rawan ini serta melakukan perawatan berkala, usia pakai motor listrik dapat diperpanjang secara signifikan.

Friday, September 18, 2026

Buku Yang Bagus



Masalah yang sering terjadi atau paradok yang terjadi saat memutuskan pilihan baik dalam apapun itu seperti pilihan hidup  menjadi apa atau kuliah dimana hingga masalah terkecil tentang memilih barang.
Kenapa ini penting? Karena pilihan ini akan menentukan nasib anda. Termasuk membeli barang yang sepele? Ya, ini termasuk memutuskan untuk memilih barang yang sepele.

Mungkin disini saya akan mencontohkan tentang memilih atau membeli buku. Yang perlu diingatkan sebelumnya, ini tentang memilih  Kenapa keputusan membeli atau memilih  ini penting? Karena dari aspek ini akan menentukan nasib keseluruhannya.

Memilih = suka dengan pilihan tersebut

Misal seperti yang disebutkan diatas tentang memilih buku, Jika buku yang dipilih hanya buku yang lucu maka keputusan dalam hidup anda buku yang bagus adalah yang bisa membuat tawa, kemudian secara tidak sadar anda ingin membuat buku yang bisa orang tertawa.

Kalau anda memilih buku yang membuat berpikir atau teoritis maka kemungkinan besar anda ingin membuat orang berpikir.

Sebenarnya apa sih maksudnya? Kok kaya muter-muter gini #PusingPalaBaby

Nah maksudnya adalah, anda jangan terlalu terpengaruh orang lain saat untuk memutuskan pilihan terhadap apapun itu. Karena masih banyak orang terpengaruh (Yap, termasuk penulis juga) karena alasan gak enak atau gengsi sehingga pilihan yang diputuskan tidak sesuai dengan hati.

Kenapa ini penting? Karena nasib anda dikemudian hari akan disusahkan oleh pilihan yang sudah diputuskan tersebut.

Jika buku bagus yang dipilih (suka) adalah buku yang membuat ketawa tapi karena genggsi atau kata teman anda buku bagus adalah yang teoritis. Kemudian anda jadi memilih buku teoritis. Dikemudian hari ketika anda ingin jadi penulis atau dituntut menulis anda akan terjebak pada "bagaimana membuat buku yang teoritis" padahal itu bukan kesukaan atau keahlian anda. Ya, padahal keahlian atau kesukaan anda membuat orang ketawa.

Pada akhirnya anda akan terjebak "Kok sudah ya bikin buku?"

Padahal saja ketika anda memutuskan untuk membuat buku ketawa mungkin akan lain cerita.
Ya, Kita terlalu gengsi atau tidak bisa bersikap terhadap apa yang Kita suka karena terlalu malu mengatakan ke teman Kesukaan Kita yang berbeda.

Pada akhirnya masalah ini terjadi

"Kata dosen skripsi yang bagus adalah membuat inovasi sehingga anda terjebak di pemikiran tersebut yang mungkin itu bukan keahlian atau kesukaan anda, hasilnya skripsi ga kelar-kelar"

"Kata teman kuliah di teknik itb keren padahal ke ahlian anda di musik, hasilnya anda ingin susah payah masuk itb tekniknya, Hasilnya? Anda kesulitan dan bilang susah.."

Sebenarnya apa sih yang ingin disampaikan?

Keputusan bagus atau tidak itu pilihan hanya kata hati anda yang tahu bukan kata orang lain jadi jangan terlalu gengsi atau malu dengan pilihan hati tersebut.

Banyak yang memaksakan (gengsi) untuk memilih sesuatu karena kata orang sehingga terjebak #SusahSendiri

Wednesday, September 16, 2026

Dilan 1990, Marketing Basic, Scale Up Bisnis



Siapa yang tidak tahu film Dilan 1990, Film yang kini menjadi film terlaris nomer 2 di Indonesia (tanggal 11 Maret 2018). Sebelum Filmnya Laris manis seperti sekarang, Bagi Seorang Marketer Handal sebenarnya sudah paham tentang tanda-tanda kelarisannya. Apa itu?

Ya, Novelnya sudah terjual Mega Embuh Teuing Best Seller (berat menghitungnya)

Prosedur film dilan mungkin salah satu Marketer terbaik, Mereka sudah paham banget tentang ilmu marketing Basic dan ampuh ini, Sesuatu yang Laris, tinggal scale Up atau secera sederhananya di Maksimalkan Potensi.

Kata Legend Marketing Rully Kustandar Mah "Make Better Scale Up" atau kata Mas Jaya Setiabudi "Buka Langsung Laris"

Ini rumus sederhana yang selalu digunakan Marketer hampir dari dulu, Contoh kasusnya, Banyak Film yang diambil dari novel yang laris dan dijadikan Film dan ikut laris juga. Ya walaupun tidak semua, Biasanya bukan faktor rumusnya tetapi dari segi Esekusinya yang kurang Oke.

Dan apakah teman-teman tahu bahwa rumus tersebut masih sangat ampuh digunakan pada saat ini pada hal apapun terutama bisnis dan bahkan sampai kapanpun? Yups Karena Ini adalah Basic.

Contohnya adalah Penjual Dropshiper Marketplace, Para Dropshiper handal biasanya riset terlebih dahulu ketika ingin menjual sesuatu barang. Ya, Riset utama mereka adalah prodak apa yang laris dan ratingnya cukup bagus.

Karena sudah terbukti laris dan bagus kualitasnya, Mereka biasanya langsung mencoba menjual lagi, Tentu di media yang berbeda dan Cara berbeda seperti dari novel ke film, Nah kalau Dropshiper Marketplace biasanya dari Marketplace ke Facebook Ads.

Hasilnya? Tengoklah Para Dropshiper Kaya atau Mastah-mastah.

Apalagi jika Dropshiper prodak Luar, Beh dolar semua tuh.

Atau Dropshiper Importir, Prodak yang Laris di luar Negeri mereka jual ke Lokal. Gurih gan #katanya

Rumus
Prodak Laris >> Scale Up (Beda media = Marketplace ke Fb Ads, Beda Lokasi= Luar Negeri ke Lokal, Dari Kota ke Desa.

Contoh lainnya dari Luar Negeri ke Lokal, Seperti Uber Laris diluar, Ke Indonesia jadi G*jek.

Oke Kembali Ke Tengtop Laptop.

Kini Dilan berencana mengambil tahta film terlaris di Indonesia. Walaupun sudah semakin turun penontonnya, Dilan menolak turun Layar, Strategi pemasarannya kembali diupdate dengan prinsip yang sama scale up, Namun berbeda media.

Kini Mereka menggunakan Komunitas yang telah terbentuk.


Di akun Instagram Film.dilan1990 Official, kini sedang banyak acara menonton film dilan bareng, strategi marketingnya menurut saya sangat Oke, Memanfaatkan komunitas pecinta dilan untuk nonton kembali dan ikut mengundang beberapa bintang tamu dari bagian film dilan, Seperti penulisnya yaitu Ayah Pidi Baiq


Yang tadinya sudah menonton tetapi karena ada teman-teman yang lain kumpul dan penasaran dengan bintang tamunya, Mereka kembali ingin menonton kalau begini.

Ya, Ini ilmu Marketing Basic, "Keramaian mengundang Keramaian" dan Komunitas adalah terget yang yang tersegmen. Dengan begini Tahta film terlaris di Indonesia bukan tidak mungkin bisa diraih.

(Segmen itu kalau di SEO seperti kita lihat jumlah rata-rata keyword di keyword planner atau di Fb Ads seperti Audience insight, audience ada.)

Ini seperti prinsip Euporia Scale Up, Karena orang-orang ikut merayakan, kita ikut-ikutan terbawa juga. Contoh lainnya seperti Euporia piala dunia, Tidak semua orang suka bola tapi mereka ikut terbawa. 

Nah kalau saya menyebutnya Scale Up Euporia, Thanks Semoga Bermanfaat

Sedikit tambahan, Berikut Perolehan Suara dilan saat ini

Kita lihat saja apakah bisa menggulingkan Warung DKI Reborn atau tidak si Dilan ini

"Jangan Nonton Dilan berkali-kali, BERAT ! Biar Aku saja" Komunitas Pecinta Dilan